Senin, 14 Maret 2011

PENGARUH KONFUSIANISME DI JEPANG

Konfusianisme adalah salah satu paham yang berintikan nilai-nilai moral kebaikan pada penganutnya. Konfusianisme dicetuskan oleh seorang filosof Cina yang bernama Konfusius. Lahir pada abad ke-5 di Sando, Cina.
Nilai-nilai konfusianisme mulai masuk ke Jepang pada abad ke-6. Ajaran ini mulai masuk ke Jepang ketika Pangeran Shotoko mengirim wakil-wakilnya untuk belajar di Cina. Sepulang dari Cina, mereka membawa pulang banyak buku ilmu pengetahuan Cina.
Nilai-nilai konfusius menjadi jiwa dan karakter Jepang. Bahkan hingga kini, dan itulah salah satu cikal bakal kemajuan Jepang saat ini. Menjadikan negara Jepang negara maju. Konfusianisme mengajari pengikutnya untuk hidup sederhan dan tidak bermewah-mewah. Tentu saja hal ini yang mempengaruhi ekonomi Jepang. Orang Jepang selalu berhemat dengan menabung uangnya.
Berikut beberapa ajaran konfusius yang sampai sekarang menjadi tujuan dan kemajuan bagi Jepang sendiri.
• Bekerja adalah jiwa dan nilai dari hidup itu sendiri
Masyarakat selalu berusaha untuk tidak egois dalam hal pekerjaan. Mereka selalu berusaha bekerja seprofesional mungkin gar dapat dihargai oleh masyrakat. Memberikan yang terbaik dari apa yang ia kerjakan dan bagaiman agar orang sekitarnya merasa sejahtera.
• Uang bukan segala-galanya
Pengusaha Jepang tidak pernah mementingkan diri dengan sibuk memperkaya dirinya sendiri. Yang selalu terpikir oleh mereka bagaimana agar usahanya dapat berkembang dalam waktu lama. Tidak menghalalkan berbagai macam cara agar bisa meraup untuk dalam waktu yang singkat.
• Pendidikan dan proses itu penting
Masyarakat Jepang selalu belajar dengan intensitas yang tinggi. Berpikir jauh ke depan agar tak tertinggal. Alhasil kini Jepang menjadi negara kuat dan diperhitungkan di mata dunia. Dan proses belajar mereka dari segala aspek. Pemikiran, industri, ekonomi, teknologi, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar